Jumat, 17 Oktober 2014

Masyarakat vs Urbanisasi

Manusia, sebagai makhluk sosial sudah sepastinya melakukan interaksi sosial dengan orang-orang disekitarnya. Hal ini menyebabkan manusia adalah bagian dalam masyarakat. Namun, masyarakat bukanlah hanya terdiri dari seorang individu saja, karena ada keluarga yang berperan di dalam masyarakat itu sendiri. Berikut ini adalah pengertian individu, keluarga, dan masyarakat.

  • Individu adalah organisme tunggal atau suatu kesatuan yang tidak dapat dibagi. Contoh: seorang manusia.
  • Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
  • Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk suatu sistem semi tertutup atau semi terbuka dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Sebagai manusia yang selalu mengikuti kegiatan dalam bermasyarakat di dalam keseharian, manusia haruslah tau bahwa keluarga memegang peranan penting dalam masyarakat, Hal ini dikarenakan keluarga membentuk sikap dan perilaku seseorang yang akan diterapkan langsung dalam kegiatan sosialnya tersendiri. Dan juga keluarga merupakan wadah filter atau penyaringan dari dampak-dampak buruk yang bisa saja terjadi dalam diri personal masyarakat.

Terlalu padatnya sekelompok masyarakat dalam suatu wilayah, membuat banyaknya individu yang merasa kebutuhan akan perekonomian, dan fasilitas terasa kurang, Hal ini menyebabkan banyaknya masyarakat yang berpikiran bahwa urbanisasi adalah jalan yang harus dilakukan dalam pencarian akan kebutuhan, dan taraf hidup agar menjadi lebih baik.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Ada urbanisasi yang berhasil, dan juga tidak. Berikut adalah contoh dari urbanisasi yang berhasil dan tidak:
  • Urbanisasi yang berhasil
     1. China
       Bank dunia menilai urbanisasi di China berhasil dengan baik. Hal ini dikarenakan China dapat membebaskan banyak kemiskinan, yang kerap dianggap bahwa urbanisasi di China berlangsung dengan sukses. Kemungkinan hal ini terjadi karena China mempunyai sistem penempatan dan prediksi yang cukup akurat sebelum melakukan urbanisasi itu sendiri. Karena China bukan hanya membebaskan kemiskinan; namun juga membangun lahan kerja dan juga infrastruktur yang baik.
  • Urbanisasi yang tidak berhasil
     1. Semarang
        Banyaknya pendatang yang singgah di Kota Semarang untuk mencari pencarian yang lebih baik, ternyata malah mendatangkan efek buruk bagi kota itu sendiri, Banyaknya penduduk pendatang yang hanya berprofesi sebagai pegawai rendahan atau buruh kecil, tidak menyebabkan naiknya pendapatan daerah, malah menaikkan anggaran daerah karena banyaknya fasilitas masyarakat yang harus dibangun untuk mensejahterakan masyarakatnya.


Sumber:
http://blogzulkifly.blogspot.com/2013/08/pengertian-individu-komunitas-populasi.html
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
http://senda-ronyrama.blogspot.com/2011/12/fungsi-keluarga-dalam-masyarakat.html
http://koran.tempo.co/konten/2014/03/26/338175/Bank-Dunia-Nilai-Urbanisasi-di-Cina-Berhasil
http://hyudaira.blogspot.com/2012/12/urbanisasi-berlebih-kota-semarang.html

Jumat, 10 Oktober 2014

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk di dunia saat ini telah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertajuk "Prospek Populasi Dunia: Revisi 2012" yang dirilis di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, dinyatakan bahwa jumlah penduduk dunia akan naik menjadi 8,1 miliar jiwa pada 2025 dari 7,1 miliar jiwa saat ini. Hal ini membuktikan bahwa dunia sudah memiliki kepadatan yang cukup tinggi dikarenakan tingkat kelahiran yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kematian.

Menurut laporan baru akhir ini, pertumbuhan penduduk paling tinggi akan terjadi ada negara berkembang. Bisa dilihat saat ini pun, Asia menduduki peringkat pertama dengan kepadatan penduduknya. Hal ini menyebabkan Asia mencapai tingkat kewaspadaan pada tingkat pertumbuhan penduduk karena banyak resiko yang dapat terjadi, diantaranya;

a. Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
b. Munculnya penyakit baru.
c. Semakin tingginya polusi karena banyaknya pembuangan limbah rumah tangga.
d. Terjadinya banyak tindak kriminalitas karena kurangnya lahan pekerjaan.
e. Banyaknya kemiskinan yang akan terjadi,
f. Tingginya angka gizi buruk.

Banyak alasan dan faktor mengapa tingkat pertumbuhan penduduk di negara berkembang meningkat dengan pesat. Diantaranya faktor Demografi, dan Etnis.

Berikut contoh faktor Demografi dalam pengaruh pertumbuhan penduduk:

1. Kelahiran
Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang mengindikasijan banyaknya anak yang dilahirkan dan keadaan hidup. Atau dengan kata lain fertilitas adalah hasil produksi yang nyata dari seorang wanita.

2. Kematian
Adalah jumlah kematian secara umum yang terjadi pada suatu populasi.

3. Perpindahan penduduk
Adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya.

Dan berikut ini adalah contoh faktor Etnis:

1. Anggapan dan pola pikir masyarakat yang beranggapan anak adalah suatu kebanggaan.

2. Anggapan banyak anak bayak rejeki.


Sumber:
http://internasional.kompas.com/read/2013/06/15/10091516/Pertumbuhan.Penduduk.Dunia.Lampaui.Prediksi
http://sitifatimah842.blogspot.com/2013/04/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Asia
http://pdesnia.wordpress.com/2012/12/24/dampak-pertumbuhan-penduduk/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/pertumbuhan-penduduk-2/
www.azzastradikaras.blogspot.com