Saat saya mencetak Kartu Rencana Studi saya,
dan mendapati tertera mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, terbersit pertanyaan di
kepala saya. “Apa sih manfaat belajar
IBD?” ya, pertanyaan tersebut kian menari-nari di otak saya. Tadinya saya
tidak terlalu perduli. Namun, setelah satu semester saya diberikan tugas
tentang Ilmu Budaya Dasar. Saya paham. Bahwa manfaat IBD menjangkau luas dalam
kehidupan saya. Baik secara pribadi, maupun dalam bermasyrakat.
Setelah
saya belajar Ilmu Budaya Dasar, saya jadi mengetahui bahwa untuk hidup dalam
suatu lingkungan, tidaklah semudah yang saya kira. Dari IBD, saya jadi tahu
bahwa kita diharuskan untuk beradaptasi dan mempunyai toleransi karena
budaya-budaya yang tersebar dalam lingkungan kita, berbeda-beda. Melalui IBD,
saya juga paham bahwa hidup tidaklah
terlepas dari budaya. Mulai dari kita bangun tidur, sampai tidur lagi, itu
adalah hasil dari budaya yang terdapat dalam keluarga.
Lewat
IBD juga, saya tahu bahwa cinta, bukanlah sekedar cinta. Terdapat beberapa
definisi yang berbeda dalam cinta, cinta kasih, cinta erotis, dan sebagainya. Membuat
saya untuk lebih bersemangat membangun cinta-cinta positif dalam kehidupan
saya. IBD juga membuat saya tahu banyak sekali ilmu-ilmu yang bermanfaat dalam
diri saya. Seperti harapan dan tanggung jawab, dan sebagainya.
Lalu,
melalui IBD, saya juga lebih termotivasi dalam membuka pikiran saya. Karena tugas
yang diberikan haruslah berupa essay yang dikerjakan menurut buah pemikiran
sendiri, memaksa saya untuk lebih peka dan berpikiran luas agar tugas saya
terasa lebih mudah. Dan secara tidak langsung, membuat saya menjadi lebih
termotivasi karena tulisan-tulisan yang tertuang dalam tugas yang saya
kerjakan.
Menarik
ya, dalam suatu mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, terdapat banyak sekali manfaat
yang saya dapatkan. Mulai dari manfaat untuk diri saya sendiri, hingga manfaat
sampai ke masyarakat. Penasaran mengenai manfaatnya? Yuk ikut mata kuliah IBD!