Senin, 29 Juni 2015

Cek Manfaat IBD Yuk!

            Saat saya mencetak Kartu Rencana Studi saya, dan mendapati tertera mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, terbersit pertanyaan di kepala saya. “Apa sih manfaat belajar IBD?” ya, pertanyaan tersebut kian menari-nari di otak saya. Tadinya saya tidak terlalu perduli. Namun, setelah satu semester saya diberikan tugas tentang Ilmu Budaya Dasar. Saya paham. Bahwa manfaat IBD menjangkau luas dalam kehidupan saya. Baik secara pribadi, maupun dalam bermasyrakat.
                Setelah saya belajar Ilmu Budaya Dasar, saya jadi mengetahui bahwa untuk hidup dalam suatu lingkungan, tidaklah semudah yang saya kira. Dari IBD, saya jadi tahu bahwa kita diharuskan untuk beradaptasi dan mempunyai toleransi karena budaya-budaya yang tersebar dalam lingkungan kita, berbeda-beda. Melalui IBD, saya juga paham bahwa  hidup tidaklah terlepas dari budaya. Mulai dari kita bangun tidur, sampai tidur lagi, itu adalah hasil dari budaya yang terdapat dalam keluarga.
                Lewat IBD juga, saya tahu bahwa cinta, bukanlah sekedar cinta. Terdapat beberapa definisi yang berbeda dalam cinta, cinta kasih, cinta erotis, dan sebagainya. Membuat saya untuk lebih bersemangat membangun cinta-cinta positif dalam kehidupan saya. IBD juga membuat saya tahu banyak sekali ilmu-ilmu yang bermanfaat dalam diri saya. Seperti harapan dan tanggung jawab, dan sebagainya.
                Lalu, melalui IBD, saya juga lebih termotivasi dalam membuka pikiran saya. Karena tugas yang diberikan haruslah berupa essay yang dikerjakan menurut buah pemikiran sendiri, memaksa saya untuk lebih peka dan berpikiran luas agar tugas saya terasa lebih mudah. Dan secara tidak langsung, membuat saya menjadi lebih termotivasi karena tulisan-tulisan yang tertuang dalam tugas yang saya kerjakan.

                Menarik ya, dalam suatu mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, terdapat banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Mulai dari manfaat untuk diri saya sendiri, hingga manfaat sampai ke masyarakat. Penasaran mengenai manfaatnya? Yuk ikut mata kuliah IBD!

Senin, 22 Juni 2015

Harapan dan Tanggung Jawab

                  Sebagai manusia, sudah sewajarnya jika kita memiliki harapan dalam kehidupan. Tentunya harapan ini adalah sesuatu yang bisa saja terjadi apabila kita berusaha untuk mewujudkannya. Namun menurut saya, semakin besar harapan uang kita miliki, makan akan semakin besar tanggung jawab yang akan kita pikul.
                Sebagai contoh pertama, harapan saya sendiri dalam keluarga saya adalah untuk membanggakan dan mengangkat derajat keluarga saya. Dan sebagai konsekuensi atas harapan yang saya miliki, maka saya diwajibkan untuk menjaga nama baik keluarga saya. Seperti menuntut pendidikan hingga bergelar sarjana, bekerja dengan baik, hingga memiliki suami yang lebih baik dari saya. Berat memang, tapi menurut saya dengan harapan ini, saya akan menjadi kebanggaan tersendiri dalam keluarga saya.
                Lalu, harapan saya dalam masyarakat sekitar saya adalah, saya ingin dipandang sebagai seseorang yang berpengaruh baik dalam kehidupan. Lagi dan lagi, harapan saya membawa saya kepada tanggung jawab yang cukup berat, saya diharuskan untuk selalu berpikir sebelum bertindak, memperhitungkan agar semuanya berjalan dengan baik, serta selalu berperilaku sesuai dengan lingkungan saya.
                Yang terakhir, harapan untuk diri saya sendiri, saya berharap agar saya bisa jadi manusia yang bukan hanya sekedar hidup dan bekerja, namun saya selalu ingin menjadi manfaat bagi semua hal dalam hidup saya. Tanggung jawab yang saya miliki tentunya lebih berat dibandingkan dengan tanggung jawab atas harapan saya dalam keluarga dan hidup saya. Karena demi terpenuhnya harapan saya, saya harus melawan diri saya sendiri. Atau bisa disebut, saya harus keluar dari zona nyaman saya.

                Pada faktanya, hidup memang penuh dengan resiko. Apapun hal yang kita pilih dan kita jalani, tentu saja membawa beban tersendiri dalam hidup. Namun, menurut saya, memang itulah tujuan dari hidup. Kita memilih, berharap, dan menjalani. Semoga, apapun yang kita harapkan, dan kita jalani, selalu membawa kebaikan dan keberkahan di setiap langkahnya.

Senin, 15 Juni 2015

Pandangan Hidup

          Sebagai manusia, sudah kodratnya saya memiliki pandangan hidup untuk menunjang kehidupan saya baik saat ini, maupun saat mendatang nanti. Namun, tidak semua orang cukup peduli dengan pandangan hidup masing-masing individu disekitarnya. Biasanya karena pandangan hidup masing-masing dari diri kita berbeda.
                Dan disini, saya akan menjelaskan apa pandangan hidup saya.
                Saya bukanlah tipikal orang yang selalu ingin mempersulit keadaan. Saya selalu ingin sukses. Ya, siapa yang tidak ingin sukses. Semua orang pasti menginginkannya. Namun, alih-alih memperjuangkan hal yang menurut saya tidak akan menimbulkan banyak benefit di kehidupan saya, atau memperjuangkan hanya untuk “gengsi” semata, saya lebih memilih jalan pintas yang menurut saya, adalah yang terbaik. Selama menurut saya dan keluarga saya itu benar, maka saya akan menjalaninya. Hal ini juga berpengaruh kepada saya yang berpikiran bahwa “ridho Allah, adalah ridho orangtua”, saya selalu mempertimbangkan saran dari orangtua saya.
                Dan juga, saya adalah orang yang selalu berpikir bahwa apa yang saya jalani saat ini, adalah jalan terbaik yang Tuhan beri ke saya. Bukan, saya bukanlah seseorang yang pasrah terhadap hidup saya. Saya adalah orang yang “santai namun tetap berusaha”, atau bisa dibilang; saya bukanlah orang yang muluk-muluk. Hal itulah yang selalu membuat saya menghantarkan doa di setiap ibadah untuk selalu diberi yang terbaik dalam hidup saya. Dan yang saya rasakan, pandangan hidup yang saya jalani ini membuat saya benar-benar di jalan yang saya inginkan.
                Tidaklah mudah tentu, untuk memiliki pandangan hidup seperti saya. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang mungkin berpikir bahwa saya adalah orang yang putus asa, atau pemalas, atau apapun. Tersenyum saja. Saya tahu apa yang saya jalani saat ini. Cukup tersenyum, dan biarkan waktu yang menjawab. Biarlah saya yang mereka anggap putus asa, menjadi orang yang ternyata meraih banyak mimpi dalam hidupnya.
                Berdoa dan berdoa, itulah kunci utama dalam memiliki pandangan hidup yang baik. Karena setinggi apapun impian kita, sekecil apapun kemungkinan, tetap, Tuhan adalah pembuat keputusan yang terbaik. Itulah kenapa kita sebagai hamba-Nya diwajibkan untuk selalu berprasangka baik terhadap-Nya. Jika tuhan sudah menggariskan diri kita dalam keputusan-Nya, maka kita harus selalu terus bersyukur dan tawakal.