Sebagai manusia, sudah kodratnya saya memiliki
pandangan hidup untuk menunjang kehidupan saya baik saat ini, maupun saat
mendatang nanti. Namun, tidak semua orang cukup peduli dengan pandangan hidup
masing-masing individu disekitarnya. Biasanya karena pandangan hidup
masing-masing dari diri kita berbeda.
Dan
disini, saya akan menjelaskan apa pandangan hidup saya.
Saya
bukanlah tipikal orang yang selalu ingin mempersulit keadaan. Saya selalu ingin
sukses. Ya, siapa yang tidak ingin sukses. Semua orang pasti menginginkannya. Namun,
alih-alih memperjuangkan hal yang menurut saya tidak akan menimbulkan banyak
benefit di kehidupan saya, atau memperjuangkan hanya untuk “gengsi” semata,
saya lebih memilih jalan pintas yang menurut saya, adalah yang terbaik. Selama menurut
saya dan keluarga saya itu benar, maka saya akan menjalaninya. Hal ini juga
berpengaruh kepada saya yang berpikiran bahwa “ridho Allah, adalah ridho
orangtua”, saya selalu mempertimbangkan saran dari orangtua saya.
Dan
juga, saya adalah orang yang selalu berpikir bahwa apa yang saya jalani saat
ini, adalah jalan terbaik yang Tuhan beri ke saya. Bukan, saya bukanlah
seseorang yang pasrah terhadap hidup saya. Saya adalah orang yang “santai namun
tetap berusaha”, atau bisa dibilang; saya bukanlah orang yang muluk-muluk. Hal itulah yang selalu
membuat saya menghantarkan doa di setiap ibadah untuk selalu diberi yang
terbaik dalam hidup saya. Dan yang saya rasakan, pandangan hidup yang saya
jalani ini membuat saya benar-benar di jalan yang saya inginkan.
Tidaklah
mudah tentu, untuk memiliki pandangan hidup seperti saya. Saya tidak tahu
berapa banyak orang yang mungkin berpikir bahwa saya adalah orang yang putus
asa, atau pemalas, atau apapun. Tersenyum saja. Saya tahu apa yang saya jalani
saat ini. Cukup tersenyum, dan biarkan waktu yang menjawab. Biarlah saya yang
mereka anggap putus asa, menjadi orang yang ternyata meraih banyak mimpi dalam
hidupnya.
Berdoa
dan berdoa, itulah kunci utama dalam memiliki pandangan hidup yang baik. Karena
setinggi apapun impian kita, sekecil apapun kemungkinan, tetap, Tuhan adalah
pembuat keputusan yang terbaik. Itulah kenapa kita sebagai hamba-Nya diwajibkan
untuk selalu berprasangka baik terhadap-Nya. Jika tuhan sudah menggariskan diri
kita dalam keputusan-Nya, maka kita harus selalu terus bersyukur dan tawakal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar