Minggu, 10 Mei 2015

Manusia dan Derita

Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan, pastilah diberikan ujian dengan tujuan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, ujian dari Tuhan bukanlah sesuatu yang mudah. Terkadang, ujian dari Tuhan dapat menimbulkan penderitaan. Namun, sebagai umat-Nya, kita haruslah percaya bahwa akhir dari penderitaan ini bersifat baik, apabila kita menyikapinya dan terus berjuang untuk mengakhiri penderitaan yang kita alami.

Penderitaan dalam hidup manusia dibagi dalam dua macam; yaitu penderitaan secara fisik, atau psikis. Penderitaan secara fisik, dapat dicontohkan seperti pemerkosaan, pembunuhan, pukulan, dsb. Namun penderitaan secara fisik dapat disembuhkan dengan cukup mudah. Lain halnya dengan penderitaan secara psikis. Orang yang menderita secara psikis cenderung merasa kesepian, takut berlebihan pada sesuatu (phobia), atau rasa cemas yang berlebihan. Penderitaan secara psikis bukanlah suatu penderitaan yang dapat dilihat langsung. Melainkan, tersimpan dalam individu tersebut, dan membutuhkan penyembuhan dari dirinya, dan bantuan profesional.

Penderitaan dalam hidup, dapat mengakibatkan kekalutan secara mental. Hal ini disebabkan karena kurang cakap, atau kurang ikhlasnya kita sebagai manusia, saat diberikan ujian. Bukannya berusaha mengurangi penderitaan, namun kita malah meratapinya. Hal inilah yang membuat kekalutan mental terjadi. Kekalutan mental menunjukkan gejalanya secara fisik. Seperti pusing, mual, tidak nafsu makan, sakit lambung, dsb. Jika kekalutan mental dibiarkan terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kekalutan mental dapat menimbulkan gangguan jiwa secara mendalam.

Penderitaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penderitaan; yaitu, akibat perbuatan buruk oleh diri sendiri, dan ujian dari Tuhan. Terkadang tanpa kita sadari, kita berbuat buruk kepada orang-orang, atau lingkungan sekitar kita. Dan hal itu bisa saja menyebabkan penderitaan baik kepada diri sendiri, maupun kepada orang banyak. Contohnya, membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan banjir, dan karena keegoisan kita, banjir yang terjadi mengakibatkan penderitaan pada orang banyak. Lain halnya jika penderitaan karena ujian dari Tuhan, biasanya terjadi dan menimpa hanya kepada diri kita sendiri sebagai umat-Nya yang berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.


Sebagai manusia, sudah menjadi kodrat, bahwa kita harus berjuang demi kelangsungan hidup. Kita tidak boleh menyerah karena berbagai cobaan atau penderitaan yang kita alami. Percaya kepada Tuhan bahwa penderitaan yang kita alami akan membawa kita ke tingkatan iman yang lebih tinggi. Serta, membawa kita ke hidup yang lebih baik. Karena, manusia dan penderitaan adalah lingkaran tanpa batas, yang memiliki keterkaitan tanpa ujung. Jadi, lebih bijaksana bagi kita untuk mempertingkat iman, dan mental agar tidak terkejut saat derita menimpa diri kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar