Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan,
pastilah diberikan ujian dengan tujuan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Namun, ujian dari Tuhan bukanlah sesuatu yang mudah. Terkadang, ujian dari
Tuhan dapat menimbulkan penderitaan. Namun, sebagai umat-Nya, kita haruslah
percaya bahwa akhir dari penderitaan ini bersifat baik, apabila kita
menyikapinya dan terus berjuang untuk mengakhiri penderitaan yang kita alami.
Penderitaan dalam hidup manusia dibagi
dalam dua macam; yaitu penderitaan secara fisik, atau psikis. Penderitaan
secara fisik, dapat dicontohkan seperti pemerkosaan, pembunuhan, pukulan, dsb.
Namun penderitaan secara fisik dapat disembuhkan dengan cukup mudah. Lain
halnya dengan penderitaan secara psikis. Orang yang menderita secara psikis
cenderung merasa kesepian, takut berlebihan pada sesuatu (phobia), atau rasa
cemas yang berlebihan. Penderitaan secara psikis bukanlah suatu penderitaan
yang dapat dilihat langsung. Melainkan, tersimpan dalam individu tersebut, dan
membutuhkan penyembuhan dari dirinya, dan bantuan profesional.
Penderitaan dalam hidup, dapat
mengakibatkan kekalutan secara mental. Hal ini disebabkan karena kurang cakap,
atau kurang ikhlasnya kita sebagai manusia, saat diberikan ujian. Bukannya
berusaha mengurangi penderitaan, namun kita malah meratapinya. Hal inilah yang
membuat kekalutan mental terjadi. Kekalutan mental menunjukkan gejalanya secara
fisik. Seperti pusing, mual, tidak nafsu makan, sakit lambung, dsb. Jika
kekalutan mental dibiarkan terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa
kekalutan mental dapat menimbulkan gangguan jiwa secara mendalam.
Penderitaan ini tidak terjadi secara
tiba-tiba. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penderitaan; yaitu,
akibat perbuatan buruk oleh diri sendiri, dan ujian dari Tuhan. Terkadang tanpa
kita sadari, kita berbuat buruk kepada orang-orang, atau lingkungan sekitar
kita. Dan hal itu bisa saja menyebabkan penderitaan baik kepada diri sendiri,
maupun kepada orang banyak. Contohnya, membuang sampah sembarangan dapat
menimbulkan banjir, dan karena keegoisan kita, banjir yang terjadi
mengakibatkan penderitaan pada orang banyak. Lain halnya jika penderitaan
karena ujian dari Tuhan, biasanya terjadi dan menimpa hanya kepada diri kita
sendiri sebagai umat-Nya yang berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.
Sebagai manusia, sudah menjadi kodrat,
bahwa kita harus berjuang demi kelangsungan hidup. Kita tidak boleh menyerah
karena berbagai cobaan atau penderitaan yang kita alami. Percaya kepada Tuhan
bahwa penderitaan yang kita alami akan membawa kita ke tingkatan iman yang
lebih tinggi. Serta, membawa kita ke hidup yang lebih baik. Karena, manusia dan
penderitaan adalah lingkaran tanpa batas, yang memiliki keterkaitan tanpa
ujung. Jadi, lebih bijaksana bagi kita untuk mempertingkat iman, dan mental agar
tidak terkejut saat derita menimpa diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar